>

niche

$title =

belajar kimia…{melamin}

;

$content = [

hmm.. hari pertama di kampung halaman, setelah makan sahur mata ne rasanya sulit terbuka dan akhirnya terlelap kembali diiringi hujan nan lebat membuat tidur pagi ini semakin syahdu (hehehe), bangun langsung berselancar ke dunia maya, baca berita, check email, baca blog teman-teman  nah karena dari kemarin masih berjuang belajar kimia maka ketika membaca koran kompas online terdapat artikel tentang melamin.. {berbau bau kimia neh !!!} setahuku melamin tu ya bahan yang di gunakan untuk membuat piring, mug dan mangkok yang sering aku beli di supermarket jadi ketika mendengar ada berita banyak bayi yang gugur dan terbaring dirumah sakit {kasus di negara panda China}  karena mengkonsumsi susu yang mengandung melamin, jadi penasaran why?? why??. setelah ku baca dari blog rekan kerja di kantor yang jago kimia.. mas wahyu riyadi;

Melamin adalah basa organik dengan rumus kimia C3H6N6. Zat ini merupakan trimer dari cyanida. Bersama dengan formaldehyde melamin digunakan untuk memproduksi resin melamin, plastik yang sangat tahan panas, dan busa melamin, produk polimer pembersih. Melamin merupakan metabolit dari cyromazine, salah satu senyawa pestisida.

nah karena sifatnya yang tahan panas maka melamin ini di gunakan sebagai baham dasar perkakas rumah tangga yang sering aku pake {Gelas, Piring ama mangkok) , Berdasarkan informasi di situs WHO, pencampuran melamin pada susu berawal dari tindakan pengoplosan susu dengan air. Akibat pengenceran ini, kandungan protein susu turun. Karena pabrik berbahan baku susu biasanya mengecek kandungan protein melalui penentuan kandungan nitrogen, penambahan melamin dimaksudkan untuk mengelabui pengecekan agar susu encer tadi dikategorikan normal kandungan proteinnya. hmm… seperti biasa ingin mencapai keuntungan yang setinggi tingginya tanpa memperdulikan yang lain {argh…!!} berikut kutipan artikel dari Ismunandar (Guru Besar Kimia di FMIPA ITB), mengenai keamanan melanin

Penambahan melamin ke makanan tidak diperbolehkan oleh otoritas pengawas makanan negara mana pun. Walaupun seperti diberitakan Kompas, studi tentang efek konsumsi melamin pada manusia belum ada, hasil ekstrapolasi dari studi pada hewan dapat digunakan untuk memperkirakan efek pada manusia.
Hal itu telah tampak bila melamin bergabung dengan asam sianurat (yang biasa juga terdapat sebagai pengotor melamin) akan terbentuk kristal yang dapat menjadi batu ginjal. Batu ginjal ini telah tampak pada hewan-hewan korban kasus pengoplosan melamin tahun lalu. Batu ginjal inilah yang dapat menyumbat saluran kecil di ginjal yang kemudian dapat menghentikan produksi urine, gagal ginjal, bahkan kematian.
Telah diketahui juga bahwa melamin bersifat karsinogen pada hewan. Gejala yang diamati akibat kontaminasi melamin terdapat pada darah di urine, produksi urine yang sedikit, atau sama sekali tidak dihasilkan, tanda-tanda infeksi ginjal, dan tekanan darah tinggi.
Melamin memang tidak dapat dimetabolisme oleh tubuh. Data keselamatan menyatakan, senyawa ini memiliki toksisitas akut rendah LD50 di tikus, yaitu 3.161 mg per kg berat badan. Pada studi dengan menggunakan hewan memang dikonfirmasi, asupan melamin murni yang tinggi mengakibatkan inflamasi kandung kemih dan pembentukan batu kandung kemih.

Food and Drugs Administration (Badan Makanan dan Obat) Amerika Serikat menyatakan, asupan harian yang dapat ditoleransi (tolerable daily intake/TDI) melamin adalah 0,63 mg per kg berat badan. Pada masyarakat Eropa, otoritas pengawas makanannya mengeset standar yang lebih rendah, yaitu 0,5 mg per kg berat badan.
Seberapa parah kontaminasi yang terjadi? Dari inspeksi yang dilakukan di China, dari 491 batch (kelompok) yang dites, 69 di antaranya positif mengandung melamin, berkisar dari 0,09 mg per kg susu sampai 619 mg per kg susu. Bahkan ada yang mencapai 2.563 mg per kg.
Dengan konsumsi susu formula per kg berat badan bayi sekitar 140 g sehari, kalau bayi mengonsumsi susu yang terkontaminasi akan menerima asupan melamin 0,013-86,7 mg per kg berat badannya. Bahkan, kalau mengonsumsi susu yang terkontaminasi 2.563 mg melamin per kg susu, dapat mencapai asupan 358,8 mg per kg berat badannya. Jauh melampaui batas toleransinya!

mengerikan. mengerikan.. bayi tu kan penerus generasi, masih baru aja udah di racun, belum lagi racun karena polusi, ROKOK!!!, budaya. dan lain lainnya. hmm.., semoga pemerintah dan kaum cendikiawan di negaraku yang tercinta ini dapat mencegah kasus melamin yang terjadai di China tidak terjadi di Indonseia {Sekali Merdeka tetap Merdeka .. Merdeka!!!} .. begitu dulu belajar kimia pagi ini .. hehehe.. kimia oh kimia…


];

$date =

;

$category =

;

$author =

;

$previous =

;